oke deh malam ini saat nya gue bertindak di blog, karena emg mungkin hampir aja gue lupa kalau gue pnya blog jd ga mosting mosting lg hahaha.. tp mungkin ini saat yg tepat dimana gue harus nulis sesuatu buat blog gue ini yg udh lama ga pernah di buka sampe sampe ada sarang laba dimana mana ...
oke yg bakalan gue tulis malam ini bkan curhatan gue , melainkan baru aja gue bikin cerita semacam naskah drama.. knpa gue bikin naskah drama? krna berhubung di teater ada job yg dikhususkan buat ank kelas 1 nya aja jd diharuskan membuat pertunjukan teater murni.. yg nantinya bakalan di tampilkan sesudah lebaran.. yaudh sesuai dengan kesepakatan teman teman seangkatan gue, akhirnya kta memutuskan membuat drama , dimana setiap individu harus buat cerita yg udh jd dalam sebuah naskah.. kemudian nntinya akan di pilih naskah mana yg bagus buat di tampilin.. ya gue berharap bgt BUKAN naskah gue yg di pilih. karena naskah gue bnr bnr enggk bgt! isinya terlalu lebay dan jayus maksimal-___- mungkin gue kebanyakan nntn pilem sinetronan-_- dimana cerita dongeng cinderella gue plesetin jd kisah cinta perjalanan cinderella-_____-
yg udah nih gue posting naskah nya.. semoga bermanfaat!! zzzz
PERJALANAN
CINTA CINDERELLA
DRAMATIC PERSONAE
Cinderella :
agak songong, tp sangat menyayangi
kedua kakak tirinya
Masih jomblo. Suka sama bakso..
Pangeran : masih jomblo, rada gaul , aleman dan
suka labil.
Ibu peri : baik
hati dan penyabar
Ibu tiri :
pemarah, jahat dan tidak baik
Kakak tiri 1 : baik
terhadap cinderella
Kakak tiri 2 : tidak
jahat terhadap cinderella
Sahabat : penyemangat
pangeran
Raja : ayah
pangeran yang baik, adil dan makmur
Ratu : judes,
tidak suka terhadap cinderella
Putri lalatung : licik tp rada bego..
Gadis 1 : gadis
di pesta dansa
Gadis 2
: gadis
di pesta dansa
Pengawal : satu
satunya pengawal cewe
Narrator : suka
ngatur ngatur-_-
Narator :
Zaman dahulu,
hiduplah seorang gadis jelita bernama Cinderella.
Karena suatu alasan, kini Cinderella menjalani hari-harinya bersama ibu tiri
dan
kakak tirinya. Cinderella adalah gadis yang amat menyayangi kakak tirinya. Dan
dengan kelembutan hatinya, Cinderella menjalani hari demi hari dengan penuh
ketabahan. Inilah kisah perjalanan cinta Cinderella….
Ibu
tiri :
“Cinderella! (datang bersama ke2
kakak tiri) Cinderella! Kamu ada di mana!?”
“Cinderella! Apa gaun yang kusuruh
itu sudah selesai !? Pesta dansa
di istana akan mulai nanti
malam !!”
Cinderella :
“Aku ada di sini …” (minum teh dengan santainya)
Ibu
tiri : “Kenapa kamu malahan
santai-santai minum teh di situ !!?”
Kakak
tiri 1 : “I … Ibunda…”
Ibu
tiri : “Karena sekarang kamu sudah berani
bersantai, berarti gaunnya sudah jadi, kan !?”
Cinderella
: “Mana mungkin amatiran bisa
langsung membuat gaun yang indah … Kalau
memang sudah siap jadi bahan
tertawaan silakan saja pakai gaun itu. Aku nggak
keberatan kok …”
Ibu
tiri : “Siapa yang akan jadi
bahan tertawaan ?!! Ceritanya nggak begitu tahu !!!” (terlalu
jengkel
dengan sikap Cinderella)
Cinderella :
“Sudahlah. Kakanda, bagaimana kalau Kakanda ikut minum teh sama-sama ?”
Kakak
tiri 1 : “A … apa boleh saya ikut ?”
Kakak
tiri 2 : “ihh Cinderella udh cantik
baik bgt deeeh ah”
Ibu
tiri : “HEH kalian semua
emg udh pda gila yaa!! Dmana mana kakak tiri sama Cinderella itu tdk pernah akur bleguk!!!!”
Narator :
Malam ini ada pesta dansa istana.
Dari gosip yang beredar, kabarnya Sang
Pangeran akan mencari calon istrinya lewat pesta dansa kali ini.
Demi mendapatkan hidup mewah yang berkelimpahan, sang Ibu tiri ingin memoles
putrinya sedemikian rupa untuk memikat hati Sang Pangeran.
Ibu
tiri : “udahlah! Sekarang
mendingan cepatan bikin gaun buat anak anak saya!! Atau ga km
Ga boleh main sama mereka lg (pergi sambil
menarik ke2 kakak tiri)
Kakak
tiri 1&2 : “Eeeeh …. !!!!”
Cinderella : “Kakanda …”
“Kenapa bisa begini ? Gara-gara seorang
pangeran yang entah dari mana
mengadakan pesta dansa … kekejaman pangeran
itu tak bisa diampuni …”
Narator :
Sepertinya dalam hati Cinderella pun mulai
tumbuh perasaan cinta terhadap
Pangeran yang bahkan belum pernah ditemuinya itu …
Cinderella : “Kalau kejadiannya sudah begini, aku
juga akan menyusup ke sana … aaah …
Tapi, sebelumnya aku harus menyelesaikan gaunnya terlebih
dahulu …”
“Duuuh … bagaimana yaaa ?”
“Tenangkan
diri dulu, ah, dengan secangkir teh ini …”
(kembali duduk santai sambil minum teh)
Peri : “Jangan cemas.”(tiba-tiba
muncul)
“Tidak ada yang perlu kamu khawatirkan
lagi, Cinderella.”
Cinderella
: “heh siapa km? berani beraninya
masuk rumah orang.. wah lu maling ya!!
Peri : “…” “hey aku ini peri yg
baik hati cin-__- skrg aku beri saaaatu permintaan. Monggo…
Cinderella : “Wah, menyenangkan sekali.” Tp ga pake wani piro kan??
hmmmm
“Aku ingin kau membakar istana tempat
pesta dansa berlangsung hingga lebur jadi
abu …”
Peri : “Itu sih perbuatan kriminal
… coba buatlah permohonan yang lebih lembut dan tulus.”
Cinderella : “Tulus …” (bergumam lirih sambil
berpikir)
“Aku ingin makan bakso
…”
Peri : “Bukan begitu maksudku …”
Ibu
tiri : “Cinderella !!”
(datang tiba-tiba bersama kakak tiri)
Cinderella
: “Aduh, gawat … ibu tiri sudah
datang …”
Ibu tiri : “Ayo cepat !! Gaunnya sudah jadi kan !?”
(tiba-tiba di depan
mereka muncul 2 gaun yang indah)
“Waaah …”
“Tuh kan sudah jadi …”
Cinderella
: “Oh …”
Ibu tiri : “Ini benar kau yang buat ?”
Cinderella : “Itu …”
Kakak tiri 2 :
“Cinderella ! Hebat sekali ! Kamu benar-benar hebat ! Bisa membuat gaun-gaun
seindah ini sendirian !!”
Kakak tiri 1 : km emg adik tiri aku yg paling top!nnti km kalau udh gede jd
desainer aja ya
Cinderella :
“Senangnya … Aku senang sekali Kakanda berkenan menyukai GAUN
BUATANKU”
Ibu tiri : “Sudahlah ! Kami akan pergi dengan
mengenakan gaun ini !”
(menarik kakanda
dan pergi)
Kakak tiri 2 : “Anuuu … bagaimana dengan Cinderella …?”
Ibu tiri : “Dia harus jaga rumah !!”
Kakak tiri 1 : “tapi… yaaaahh.. daaah Cinderella hati hati ya di rumah, kami
pergi duluu”
Cinderella : “GOOD JOB, wahai penyihir …”
Peri :
“Syukurlah kalau kamu suka.”
“Cinderella, kali ini giliranmu.
Nah, ucapkan permohonanmu …”
Cinderella : (berpikir sejenak) “Bakso.”
Peri :
(menyela) huh, baiklah dari pada bakso, mending aku ubah km jd cewek yang
lebih cantik dan menjadi idaman para lelaki
.. taraaaaaaaaa!!
Cinderella : waah, apa aku sudah cantik. Peri??
Peri :
ya belum sih, km berubahnya nnti pas udh berada di istana, sudah sana pergi.. biar peri yg beres beres rumah
Cinderella : okelah jaga rumah ya bi, aku berangkaaatttt!!!
Narator :
Singkat cerita, kemudian Cinderella pun telah
berubah menjadi cindella yg cantik , dia pun bersiap menuju istana
Nah, pada saat yang bersamaan, pesta dansa di istana sedang berlangsung dengan
meriahnya. Hanya seorang saja, Sang Pangeran, yang memasang wajah cemberut.
Pangeran : “Hmmmph…”
Sahabat :
“Buat apa kamu menekuk wajah begitu ? Ini kan pesta dansa yang diadakan
untukmu ! Cepatlah ajak
seorang gadis untuk menemanimu berdansa !”
Pangeran : “Berisik, ah ! Aku nggak minat ! Kamu aja yang pergi
sendiri !!”
Sahabat : “Kamu begitu terus, sih ! pantesan aja jombloo …”
Pangeran : “biarin walaupun jomblo yg penting punya banyak gebetan!
Sahabat : “belagu nyaa!! Udh gih sana cari cewe..
Narator` : Sahabat Sang Pangeran sudah mencoba
membujuknya untuk ikut
Berdansa, tapi tanpa hasil …
Sang Pangeran menolak ajakan siapapun
yang mengajaknya berdansa.
Gadis 1 : “Tuanku, berdansalah dengan hamba …”
Pangeran : “Nggak mau …”
Gadis 2 : “sama aku aja pangeran…”
Kakak tiri 1 : “jangan, lebih baik sama aqu aja eaa qaqa …”
Pangeran : “G! Ajak saja orang lain …”
Kakak tiri 2 : “Tuanku …”
Pangeran : “Sudah kubilang gue nggak akan dansa !! Ngerti nggak …”
Kakak tiri : “Ah … Baiklah … Maafkan hamba …”
Pangeran : “Tunggu !!” (merasa terpesona dengan kakak tiri)
Narator :
Tentu saja, ajakan kakak tiri untuk berdansa pun ditolak
Sang Pangeran dengan
kata-kata yang dingin …
Pangeran : “Eeeem sorry bgt ya gue gamau dansa sama loe…abisnya lo
kamseupay sih!!”
Kakak tiri 2 : “yee kirain apaan -__-“
Narator : “DITOLAK DENGAN DINGIN”
Pangeran : “…” (lesu) – galau – update status –
Narator :
Bertolak belakang
dengan kemeriahan pesta dansa, Sang Pangeran terlihat sangat
muram…
Tak berapa lama, tibalah Cinderella di istana …
Kakak tiri 1 : “Waaah … Gadis yang sangat cantik …”
Sahabat : “Hei , itu ada gadis cantik yang baru datang. Coba kau
ajak dia berdansa.”
Pangeran : “Nggak mau …”
Narator :
Pangeran yang jatuh
cinta pada pandangan pertama saat melihat Cinderella yang
jelita, segera mengajaknya berdansa tanpa buang-buang waktu lagi …
Pangeran : “Kenapa bisa begitu !!?” (mendelik ke arah narator)
Narator :
Kalau kubilang mengajak dansa, kamu memang harus mengajaknya dansa !!
Ayo cepat jalan !!
Cinderella :
“Waah .. bakso …” (sambil memperhatikan makanan-makanan yang tersedia di
meja Hidangan dan mulai mengambil sendok
bersiap-siap untuk memakannya).
Pangeran : “Hei
!” (datang menghampiri Cinderella). “Ayo dansa denganku !
(hening sejenak)
Cinderella : “..OH.” (kembali meneruskan makannya)
Pangeran : “Fiiuuh … Ditolak tuh …” (kembali ke tempat sahabatnya …)
Sahabat : “Kenapa kamu malahan lega begitu ?!”
Narator : Tuanku , cobalah sekali lagi .
Pangeran :
“Kalau nggak ngerti perasaan orang, jangan ngomong seenaknya dong !!”
(jengkel karena diperintah terus)
Sahabat : “Berisik ! Ayo cepat pergi sana !!”
Narator : Tuanku, yang rileks … lalu sapalah dia sekali lagi …
Pangeran :
“Kenapa aku mesti diberi nasihat begitu segala ? Lagian … kau kan narator !!
Mana ada narator yang masuk dalam
cerita ?”
(kemudian pergi menghampiri
Cinderella)
Pangeran : “Oi , a … a …”
Cinderella : “Lagi sibuk.”
Pangeran : “Memangnya kau datang ke sini cuma untuk makan ?”
Cinderella : “Apa ? Ada perlu apa ?”
Pangeran : “Ma … mau ngobrol dengan aku, nggak … ?”
Cinderella :
“Ngobrol ? … boleh saja .”
“Gelombang aura mistis hari ini nggak
terlalu kuat, bikin perasaan jadi nggak
Enak”
Pangeran :
“Tolong, dong .. Pilih topik pembicaraan lain yang bisa kuikuti …”
(menyesal mengajak ngobrol)
Narator : GOOONG … suara jam menunjukkan pukul 12 malam.
Cinderella : “Wah, gawat … aku harus segera kembali …”
Pangeran : “Yess !!” (lirih)
Cinderella :
(melepas sandal jepit dan memberikannya pada pangeran)
“Nah, sudah kuserahkan ya ..” (sambil
berlalu)
Pangeran :
“Nggak seharusnya aku ngomong begini, sih … tapi, caramu tadi benar-benar
tawar dan tanpa perasaan …”
Narator :
Bersamaan dengan
hilangnya gema dentang kedua belas, maka sihir yang
melingkupi Cinderella pun akan hilang.
Cinderella : “Padahal aku masih ingin makan bakso sedikit lagi ..”
Narrator :
Dengan hati pedih Cinderella terpaksa pergi meninggalkan
sang Pangeran …
Dengan meninggalkan satu dari sepasang sandal jepit yang dikenakannya.
Sahabat : “Nih … Pakai ini sebagai petunjuk untuk menemukannya.”
(sambil
menyerahkan sandal jepit Cinderella)
Pangeran : “Hah !? Sudahlah, hal itu … Aku nggak begitu peduli kok.”
Sahabat :
(PLAK !! Sang sahabat menampar pangeran)
“Mumpung ada kesempatan untuk bisa
bertemu kembali, kenapa kamu malah
menyia-nyiakannya, hah !? Dengan sikap
begitu kau masih menganggap dirimu
laki-laki ??!!”
Pangeran : “Oi …”
Sahabat : “gmana
mau punya pacar!! Inget woi udh jomblo 16thn apa yg dirasaa!!?”
Apa jangan jangan kamu ini homo???
“SUDAH CEPAT TEMUI DIA !! sebelum km jd
homo!!” (semangat berkobar)
Penonton : “arrrggggg”
Narator :
Benar, akhirnya Sang
Pangeran menyadari satu hal yang penting.
umurku sudah 16thn dan mau 17thn blm pnya pacar? apa kata orang orang, dan
pangeran pun berniat menemui Cinderella
Narator :
Kemudian sang
Pangeran menghabiskan hari-harinya menjelajahi kota demi kota
untuk mencari gadis yang bisa mengenakan sandal jepit yang kini ada di
tangannya
sebab Sang Pangeran berpikir, gadis yang kakinya pas dengan sandal jepit itulah
sang pujaan hatinya.
Dan akhirnya tibalah Sang Pangeran di rumah Cinderella.
Kakak tiri 1 : “Ini bukan sandal saya …” (mencoba sandal jepit)
Kakak tiri 2 : (belum dicoba) aah sorry pang gue ga level make sandal jepit
begituan
Pangeran : “Apa di rumah ini nggak ada gadis yang lain ?” (bosan)
Ibu tiri : “O ho… ho… di sini bahkan tidak ada seekor
tikus pun.”
Pangeran : “Oh ya ? Baiklah … Ayo pulang sekarang !”
Kakak tiri 1 : “Mohon tunggu sebentar … itu sandal jepit kyknya pnya nya
cinderlella…”
Pangeran : “hah
Cinderella? Siapa dia? Ank mana? Pnya facebook? Twiter? Ntr suruh
follow gue aja ya, ntr gue follback deh !”
Kakak tiri 2 : “punya namanya @cinderellalalalatung nama fb nya “Cinderella
cayank kmuh”
Cinderella :
“Jangan bertindak kasar di sini …”
(datang sambil membawa makanan)
“Aku nggak akan memaafkan siapa pun
yang menyakiti Kakanda.”
Kakak tiri 1 : “Cinderella…”
Pangeran : “Kali ini apa lagi, Narator ?”
Narator : Mmm…
Cinderella :
“Sudah waktunya kau datang kemari, Pangeran. Sendal yang kau bawa itu
memang benar sendal yang kutinggalkan di
malam pesta dansa waktu itu. Nah,
sekarang cepat kembalikan padaku.”
Pangeran : “Apa kau bilang ? Sendal!? Iya nih aku balikin, kan waktu
itu km sendiri yg
kasih ke aku
Cinderella : “iya .. yaudah
sekarang apa??
Pangeran : “tunggu kalau km emg perempuan di malam itu,tp knpa beda?”
Cinderella : “iya
waktu itu aku berubah dulu jd cantik, sekarang mantranya udh ilang, jd ga
cantik lg”
Pangeran : “yaah yaudah deh ga jd aku lamar km”
(kemudian munculah
peri)
Peri
: “tunggu pangeran, km hrs bawa Cinderella ke istana”
Pangeran :”ogah ah, gue sukanya sama Cinderella di malam dansa itu”
Peri
: “rewel!! Yaudah nih peri ubah Cinderella jd cantik lg !taraaaaaa!!
Pangeran : “mana? Ga berubah
tuh “
Cinderella :
“heuh berubahnya agak lama, yaudah skrg kta ke istana aja dulu.. ntr di istana
jg
udah berubah jd cantik.. tenang aja ..
narrator :
Pangeran pun
langsung melamar Cinderella. Setelah itu, Pangeran membawa Cinderella ke
istana. Namun, cerita itu belum selesai.
Ketika Sang Pangeran membawa Cinderella ke istana
. . . .
(Di arena sudah ada Ratu dan Putri lalatung yang
sedang duduk di kursi. Cinderella dan Pangeran masuk ke arena)
Ratu :
(berdiri lalu menunjuk Cinderella) Siapa perempuan ini, Pangeran?
Pangeran :
Ini adalah wanita yang akan menjadi istriku.
Ratu :
Kau yakin memilih wanita seperti ini?
Pangeran :
Ya, kami sudah saling mencintai.
(Cinderella dan Pangeran saling bertatap
muka, berpegangan tangan, dan
Tersenyum)
Ratu :
Apa? Kau pilih perempuan seperti ini yang tampang pembantu? Apa kata Bu
Bu nia??
Cinderella
: Apa kata dunia, Ratu.
Ratu :
Ya. Itu maksudku.
Pangeran :
Walaupun penampilannya seperti pembantu, tapi hatinya seperti emas 24 karat.
Ratu :
Kau bilang hatinya seperti emas karatan? Tapi Pangeran. Bunda sudah
menemukan pasangan yang cocok untukmu
Pangeran. Dia adalah putri dari
Kerajaan Jatuh Bangun.
Pangeran
: Tapi Bunda . . .
Ratu :
Dia adalah wanita yang sangat cantik. Lagipula dia adalah wanita yang baik
hati,
tidak sombong, dan rajin menabung. Apabila
kerajaan kita bersatu dengan
Kerajaan Jatuh Bangun, akan
menjadi kerajaan yang sangat besaaar.
Pangeran :
Tapi aku sangat mencintainya, Bunda.
Ratu :
Tidak boleh! Pokoknya kau harus menikah dengan Putri lalatung.
Pangeran :
Hah? belatung? Nama yang aneh. Tapi aku tetap tidak mau.
Ratu :
LALATUNG bego-__- Harus mau ah!
Pangeran :
Tidak mau!
Ratu :
Pokoknya harus!
Pangeran :
Gak mau!
Ratu :
Harus!
Pangeran :
Mau. Eh tidak mau!
Ratu :
Dasar anak durhaka kau!
Pangeran :
Lho, kok jadi kaya Malin Kundang?
Ratu :
Kurang ajar kau! Sudah membantah perintah orang tua! (Ratu hampir menampar
Pangeran)
Pangeran :
Marah….Merongos…..Pindah agama……..!!!
Raja :
(masuk ke arena) Stop..!! Ada apa ini? Siapa perempuan itu? (menunjuk
Cinderella)
Pangeran :
Ini adalah calon istriku, Ayahanda.
Raja :
Oh, ini calon istrimu. Jadi perempuan ini yang memenangkan sayembara sandal
jepit itu.(sambil melirik sandal jepit yang
dipakai Cinderella)
Pangeran :
Iya, Ayahanda. Dia bahkan mempunyai pasangan sandal jepit yang lainnya.
Ratu :
Tapi aku sudah menemukan jodoh buat Pangeran! Dia adalah putri dari Kerajaan
jatuh bangun.
Raja :
Ya sudah. Itu terserah Pangeran saja!
Ratu :
Tapi, Raja. Aku tidak setuju dengan keputusanmu. Masa Pangeran menikah
sama pembantu seperti itu. Jangan
gila donk!
Raja :
(berfikir sejenak) Ya. Sudah. Bagaimana kalau kita adakan suatu kompetisi?
Putri lalatung :
(berdiri) Kompetisi seperti apa, Yang Mulia?
Raja :
Kalau kau menang dalam kompetisi itu, kau yang akan menikahi Pangeran.
Kalau perempuan itu yang menang,
dia yang akan menikah dengan Pangeran
Ada yang tidak setuju dengan kuputusanku?
Ratu :
Lagi-lagi kau memberikan keputusan yang aneh! Setelah kau dan Pangeran
mengadakan sayembara sandal jepit
itu
Putri lalatung : Baiklah kalau begitu, saya terima, Yang Mulia.
Ratu :
Apa? Kau terima tantangan aneh itu? (marah)
Putri lalatung :
Sudahlah Bibi. Saya bisa bersaing secara sportif.
Ratu :
Apa?? Kau panggil aku Bibi? Memangnya aku bibimu apa? (semakin marah)
Putri lalatung :
Oh! Maksudku Ibunda Ratu. Lagipula saya yakin saya bisa mengalahkan
Perempuan itu
Cinderella : (mengacungkan tangan)
Raja :
Ada apa, Nona? Kau tidak setuju dengan keputusanku?
Cinderella :
Saya setuju dengan keputusan Yang Mulia.
Raja :
Lalu, kenapa kau mengacungkan tangan?
Cinderella :
Sebenarnya, saya keberatan dipanggil dengan sebutan perempuan itu. Saya kan
Juga pnya nama
Raja :
Oh ya. Kau belum memperkenalkan diri. Siapa namamu?
Cinderella :
Namaku Cinderella.
Ratu :
Cinderella? Gadis cerobong asap. Nama yang paling aneh yang pernah
kudengar. Lihat dirimu! Kau memang pantas mendapatkan nama
itu!
Cinderella : Sebenarnya itu cuma nama panggilanku saja. Nama itu diberikan
oleh ibu tiriku.
Ibu tiri ku sangat jahat kecuali
kedua sodara tiriku, mereka baik padaku dan
selalu Membelaku, aku sangat sayang terhadap
sodara2 tiriku
Ratu :
Bisa kali gak curhat !!
Raja :
Kalau begitu, siapa nama aslimu?
Cinderella :
Siapa aja ,, boleeeeeeeeh
Raja :
Wa wa waduuhhhh ,
Cinderella :
Iya iya. Nama asliku adalah Mocu Claudia Abraba Bella Sintia Cornelius
Protectus Alfonso Equil Da Barbara
Margaretha.
Putri lalatung : Tapi, namaku juga tidak kalah panjangnya dengan Cinderella. Aku
bisa
menyebutkannya sekarang.
SyalalalalalalallllaaaaaaaaaaaaaaaaaaalllaaaaTUNGGG!!
Raja :
Stop! Kenapa kita jadi mempeributkan nama?
(kemudian hening)
Raja :
Bagaimana denganmu, Pangeran? Kau setuju?
Pangeran :
hmmhhh setuju gak ya?? Huahhaaa iya deh setuju aja.
Ratu :
Apa? Kau terima juga keputusan aneh itu? Sedangkan kau membantah
Membatah perintahku?
Raja :
Okelah kalau begitu, kompetisi dimulai besok pagi pukul 9.00 sampai dengan
selesai
Ratu :
Tapi, kompetisi seperti apa baginda?
Raja :
Kompetisi yang akan digelar yaitu Kompetisi Menjahit. Kalian siap?
Cinderella & Putri lalatung : Siap, Yang
Mulia.
Raja :
Ya sudah. Ku tunggu besok ya. Dah! (meninggalkan arena kemudian disusul de
dengan Cinderella dan Pangeran sambil
bergandengan tangan)
Ratu :
Kita harus menyusun rencana supaya Cinderella kalah dalam kompetisi itu.
Putri lalatung
: Yess, I agree with you.
Ratu :
Sini, saya bisikin.
Putri lalatung :
Ih… Geli!
Ratu :
Mau gak?
Putri lalatung :
Iya, iya.
Putri lalatung :
Itu ide berlian!
Ratu :
Brilian.
Putri lalatung :
Ya. Itu maksudku.
Ratu & Putri lalatung : Ha ha ha ha ha . . .
(Ratu dan Putri lalatung meninggalkan arena).
Keesokan harinya . . . .
(Semua masuk arena)
Raja :
Kalian sudah siap melaksanakan kompetisi?
Cinderella & Putri lalatung : Ya iyalah . . .
.
Raja
: Kompetisi ini yaitu kompetisi menjahit baju untuk Pangeran. Peraturannya
sangat mudah. Kalian harus membuat sebuah baju
untuk Pangeran dalam
waktu satu malam Baju yang kalian buat harus diserahkan besok
pagi. Kalian
mengerti dengan Peraturannya?
Cinderella & Putri Irakus : Mengerti, Yang
Mulia.
Raja :
Sekarang, kalian bisa memulai pembuatan baju kalian.
Cinderella :
Baiklah Yang Mulia, kami berdua pamit sekarang.
(Cinderella & Putri lalatung pergi meniggalkan
arena disusul dengan Raja)
Malamnya, Cinderella mulai menjahit.
(Cinderella masuk membawa kain dan berpura-pura
menjahit, kemudian pengawal masuk).
Pengawal :
Nona Cinderella. Anda dipanggil
Cinderella :
dipanggil siapa ..??!
Pengawal :
Yang Maha Kuasa, ya nggak lah. Dipanggil raja nohh……..
Cinderella :
Oh, baiklah kalau begitu.
(Cinderella dan Pengawal meninggalkan arena,
kemudian datang Putri Irakus)
Putri lalatung :
(datang lalu merobek pakaian buatan Cinderella) Dengan begini. Kau pasti
kalah Cinderella. Ha ha ha ha!
(meninggalkan arena, kemudian beberapa detik
kemudian Cinderella dating)
Cinderella :
Tidak! Siapa yang berani melakukan ini? (mengambil kain yang telah dirobek)
aduh, pasti aku akan kalah dalam
kompetisi kedua ini. Apa yang harus
kulakukan? (menangis kemudian
keluar arena)
Keesokan harinya . . . .
(Raja, Pangeran, Ratu, & Pengawal masuk)
Raja :
Akhirnya tiba saatnya untuk penentuan pemenang dari kompetisi kedua ini.
Kepada Putri lalatung, silahkan masuk dan
memperlihatkan baju buatannya.
(Putri lalatung masuk sambil memperlihatkan baju
buatannya)
Putri lalatung :
Ini Yang Mulia. Ini adalah baju yang saya buat.
Raja :
Cukup bagus. Kalau boleh tahu, apa bahan yang kau pakai untuk membuat baju
Ini?
Putri lalatung :
Baju ini dibuat dari berbagai macam kulit. Kulit unta, kulit pisang, kulit
domba,
kulit gajah, kulit
cheetah, dan tak lupa juga ditambahkan dengan kulit kodok.
Pangeran :
Wow! Unik sekali!
Ratu :
Tentu saja! Siapa dulu yang membuatnya? Putri lalalalalalalatuung . . . .\
Raja :
Sekarang, tiba giliran Cinderella. Cinderella, saatnya kau masuk dan membawa
baju buatanmu
Satu jam kemudian . . .
(Cinderella tidak muncul-muncul)
Dua jam kemudian . . . .
(Cinderella tidak muncul juga)
tiga jam kemudian
(Krik krik krik krik…….)
Raja :
Kemana sih Cinderella itu? Kok belum muncul-muncul. Pengawal! Cari
cinderellaa!!
Pengawal :
Baik.. tuan (kemudian keluar arena)
Putri lalatung :
Mungkin dia belum menyelesaikan baju buatannya. Atau mungkin dia sama
sekali tidak bisa menjahit
Raja :
Tunggu dulu! Pengawal kita kan sedang mencari dia. Pliss deh! Tunggu bentar
dong ah
Beberapa menit kemudian . . . .
Cinderella :
(datang tergesa-gesa dan pengawal menyusul di belakang Cinderella)Yang
mulia maaf saya terlambat..
Raja :
Dari mana saja kamu Cinderella? Kami sudah menunggu kamu, Cinderella.
Cinderella :
Begini yang mulia, seseorang telah merobek baju yang saya buat untuk Pangeran
Ratu :
Alaah! Paling itu cuma alasan kamu saja.
Cinderella :
Tidak! Semua itu benar! Ini buktinya.
(menunjukan baju robek ke raja dan kemudian ke
penonton
Ratu :
Alaaah! Paling kamu yang merobek baju itu.
Cinderella :
Tidak! Itu tidak benar! Sumpah!
Raja :
Sudahlah!
Putri lalatung :
Tapi ratu, bukannya kita yang merobek baju milik Cinderella itu? *EH
Semua :
Ooo…
Raja :
Jadi, kalian yang merobek baju Cinderella itu?
Ratu :
Bukan aku! Itu Putri lalatung! (menunjuk Putri lalatung)
Putri lalatung :
Tapi itu kan ide Ratu!
Raja :
Sudah-sudah! Jadi saya putuskan yang akan menikah dengan Pangeran adalah . . .
. CINDERELLA!!!!
Putri lalatung :
Tidaaaaaaaak!
(Pengawal menyeret Putri lalatung pergi)
Ratu :
Dengan sangat berat hati, aku terima kau jadi menantuku, Cinderella.
Pangeran :
Akhirnya kita bisa bersatu, Cinderella.
Cinderella :
Iya. Pangeran.
(Ratu & Raja meninggalkan arena)
Pangeran :
Kita bisa memulai hidup baru tanpa ada yang menggangu. Aku cinta karo koe
Cinderella!!
Cinderella :
iya. aku juga. huahaha
Akhirnya, setelah berbagai macam kompetisi
dijalani, Cinderella dapat bersatu dengan Pangeran. Mereka pun hidup bahagia
selamanya . . . .
FIN!!
Komentar